Reglow Clinic

Jerawatan Setelah Pakai Skincare Baru? Ini 5 Penyebab Umumnya

Dipublikasikan pada: 26 Aug 2025

Gambar artikel

Jerawatan Setelah Pakai Skincare Baru? Ini 5 Penyebab Umumnya

Pernah nggak, kamu merasa semangat banget coba skincare baru yang lagi viral, tapi beberapa hari kemudian justru muncul jerawat kecil-kecil atau bahkan meradang? Rasanya pasti bikin kecewa, ya. Padahal, kita udah berharap produk itu bisa bikin kulit makin glowing dan sehat.

Nah, tenang dulu. Munculnya jerawat setelah pakai skincare baru itu ternyata cukup umum terjadi, lho. Tapi pertanyaannya: ini jerawat biasa, reaksi alergi, atau malah purging? Yuk, kita bahas bareng lima penyebab paling umum kenapa wajah bisa jerawatan setelah pakai skincare baru.

1. Purging: Efek Samping Sementara dari Kandungan Aktif

Purging adalah kondisi ketika kulit mengalami reaksi sementara akibat penggunaan skincare yang mengandung bahan aktif seperti AHA, BHA, retinol, atau vitamin C. Walaupun istilah purging belum banyak dikaji dalam jurnal ilmiah, terdapat penelitian Retinoid-Induced Flaring in Patients with Acne Vulgaris: Does It Really Exist? menunjukkan bahwa penggunaan retinoid dapat memicu jerawat baru (flares) selama awal terapi. Studi ini mendapati bahwa hingga 20% pasien yang menggunakan tretinoin mengalami kemunculan papula dan pustula baru selama minggu-minggu pertama terapi. Kandungan-kandungan ini bekerja dengan cara mempercepat pergantian sel kulit dan mendorong kotoran atau sel kulit mati yang tersembunyi di bawah permukaan kulit untuk muncul ke atas. 

Akibatnya, jerawat bisa muncul lebih banyak dari biasanya, terutama di area yang memang sering berjerawat. Ini sering dialami oleh pemilik kulit berminyak atau kombinasi yang baru pertama kali mencoba produk aktif. Umumnya, purging muncul di awal penggunaan produk dan berlangsung antara dua hingga enam minggu. Meski terlihat seperti ‘efek samping’, purging sebenarnya adalah tanda bahwa produk sedang bekerja. Namun, kamu tetap harus memperhatikan reaksinya. Jika setelah enam minggu jerawat justru semakin parah atau muncul di area yang tak biasa, bisa jadi itu bukan lagi purging, melainkan iritasi atau breakout. Salah satu cara mengenalinya adalah dengan melihat lokasinya—purging cenderung muncul di tempat yang memang sering berjerawat dan tidak disertai rasa gatal hebat atau ruam.

2. Breakout: Reaksi Penolakan Kulit Terhadap Produk

Berbeda dengan purging, breakout terjadi saat kulit bereaksi negatif terhadap kandungan tertentu dalam skincare yang tidak cocok. Reaksinya bisa berupa jerawat meradang, bernanah, atau kemerahan yang tiba-tiba muncul, bahkan di area wajah yang sebelumnya jarang berjerawat. Ini merupakan sinyal bahwa produk tersebut sebaiknya tidak dilanjutkan penggunaannya. Breakout bisa terjadi pada siapa saja, tapi paling sering dialami oleh mereka yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap zat-zat seperti fragrance, alkohol, atau silikon. Reaksi ini bisa muncul hanya dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah pemakaian. Berbeda dengan purging yang bersifat sementara dan masih bisa ditoleransi, breakout menunjukkan bahwa kulitmu sedang stres dan tidak cocok dengan kandungan tertentu dalam produk tersebut. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memperparah kerusakan pada skin barrier. Langkah paling bijak ketika mengalami breakout adalah menghentikan penggunaan produk tersebut dan memberi waktu pada kulit untuk pulih dengan menggunakan skincare yang lembut dan menenangkan.

3. Over-Exfoliating: Kebanyakan Eksfoliasi

Satu lagi penyebab umum munculnya jerawat setelah menggunakan skincare baru adalah over-exfoliating, atau terlalu sering melakukan eksfoliasi. Eksfoliasi sebetulnya penting untuk mengangkat sel kulit mati dan menjaga pori-pori tetap bersih, tapi jika dilakukan secara berlebihan, justru bisa merusak lapisan pelindung kulit alias skin barrier. Ini sering terjadi pada mereka yang antusias mencoba beberapa produk eksfoliasi sekaligus—seperti scrub, AHA, BHA, dan peeling—dalam waktu yang berdekatan. Dampaknya biasanya terasa dalam beberapa hari sampai seminggu: kulit menjadi perih, kering, mengelupas, dan lebih rentan muncul jerawat. Ini karena kulit kehilangan perlindungan alaminya, sehingga bakteri dan kotoran bisa lebih mudah masuk ke dalam pori-pori. Untuk menghindari hal ini, pastikan kamu menggunakan produk eksfoliasi tidak lebih dari dua atau tiga kali seminggu, dan jangan mencampurnya dengan terlalu banyak bahan aktif dalam satu rutinitas skincare. Memberi jeda penggunaan antar produk juga penting agar kulit punya waktu untuk menyesuaikan diri.

4. Reaksi Alergi: Kulit Tidak Cocok dengan Kandungan Tertentu

Kadang, jerawat yang muncul setelah mencoba skincare baru bukan disebabkan oleh purging atau over-exfoliating, melainkan karena reaksi alergi. Alergi terjadi saat sistem imun tubuh menganggap kandungan tertentu dalam produk sebagai ancaman, padahal sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain. Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari jerawat kecil, ruam merah, rasa gatal, hingga pembengkakan. Reaksi alergi ini biasanya muncul cukup cepat, bahkan hanya dalam hitungan jam setelah produk diaplikasikan. 

 

Sebuah artikel review Allergy to cosmetics menyatakan bahwa skincare adalah penyebab utama dermatitis kontak alergi, dengan alergen paling umum berupa fragrance dan preservatives. Mereka yang memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi terhadap bahan kimia, parfum, atau essential oil lebih rentan mengalami reaksi ini. Jika dibiarkan, alergi bisa berkembang menjadi iritasi yang cukup parah dan butuh waktu lama untuk disembuhkan. Oleh karena itu, saat muncul tanda-tanda alergi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan penggunaan produk dan segera membilas wajah dengan air bersih. Untuk sementara, kamu bisa kembali ke skincare dasar yang tidak mengandung bahan aktif hingga kondisi kulit benar-benar tenang. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Ramadhan Glowing

Diskon hingga 50% untuk rayakan momen kemenangan dengan kulit cerah, sehat, dan glowing maksimal!

Reservasi sekarang
Ramadhan Glowing

5. Perubahan Rutinitas Skincare yang Terlalu Drastis

Tak sedikit orang yang langsung mengganti semua rangkaian skincare-nya dalam satu waktu, mulai dari sabun cuci muka, toner, serum, hingga moisturizer. Padahal, perubahan rutinitas skincare secara drastis bisa membuat kulit ‘kaget’ dan akhirnya bereaksi dengan munculnya jerawat atau iritasi. Kulit butuh waktu untuk mengenal dan menyesuaikan diri dengan setiap produk yang masuk ke rutinitas harian. Efek negatif dari perubahan mendadak ini biasanya terlihat dalam tiga sampai lima hari setelah penggunaan produk-produk baru. Permasalahannya, jika semua produk diganti sekaligus, akan sulit untuk mengidentifikasi mana yang sebenarnya menyebabkan masalah. Oleh karena itu, disarankan untuk memperkenalkan satu produk baru dalam satu waktu, lalu amati respons kulit selama satu hingga dua minggu sebelum menambahkan produk berikutnya. Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah mengevaluasi apakah produk tersebut cocok atau justru memicu masalah.

Jadi, Harus Lanjut atau Berhenti Pakai Produknya?

Langkah terbaik adalah amati dulu reaksi kulit selama 1–2 minggu. Kalau jerawat muncul tapi nggak parah, hanya di area biasa, dan nggak disertai iritasi, mungkin itu purging dan bisa dilanjutkan dengan pengawasan. Tapi kalau jerawat makin meradang, muncul di area baru, disertai gatal atau panas, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter.

Munculnya jerawat setelah pakai skincare baru memang bisa bikin galau. Tapi dengan memahami penyebabnya apakah itu purging, breakout, over-exfoliating, alergi, atau perubahan rutinitas mendadak kita bisa mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan kulit.

Jadi, jangan buru-buru buang produknya, tapi juga jangan memaksakan diri. Kenali kulitmu, dengarkan reaksinya, dan perlakukan dengan penuh perhatian.

 

Referensi
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Retinoid-Induced Flaring in Patients with Acne Vulgaris: Does It Really Exist?
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Allergy to cosmetics: a literature review

Diulas oleh: dr. Yunita

 

Ramadhan Glowing

Diskon hingga 50% untuk rayakan momen kemenangan dengan kulit cerah, sehat, dan glowing maksimal!

Reservasi sekarang
Ramadhan Glowing
Kembali ke daftar artikel